{"id":930,"date":"2017-08-31T09:27:13","date_gmt":"2017-08-31T02:27:13","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/?p=930"},"modified":"2018-03-15T09:42:44","modified_gmt":"2018-03-15T02:42:44","slug":"sosok-inspiratif-bapak-habibi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/kemas-ulang-informasi\/sosok-inspiratif-bapak-habibi.html","title":{"rendered":"Sosok inspiratif Bapak Habibi"},"content":{"rendered":"<p>Siapa disini yang mengidolakan sosok inspiratif seperti Bapak Habibie?<br \/>\nAnda?<br \/>\nYuk Intip beberapa kisah mengenai beliau<br \/>\nYang sudah suka, akan semakin suka<br \/>\ndan yang belum suka, akan berubah menjadi suka&#8230;<br \/>\nBerikut koleksinya pada <a class=\"profileLink\" href=\"https:\/\/www.facebook.com\/fmrcfiaub?fref=mentions\">Fmrc Fia UB<\/a><\/p>\n<p>1. Jangan Pernah Berhenti (Jadi) Habibie<br \/>\n2. Jejak Sang Penanda Kebangkitan<br \/>\n3. Karya Nyata Untuk Indonesia<br \/>\n4. Habibie Totalitas Sang Teknosof<br \/>\n5. Habibie Musik, Film, dan Kegemaran<br \/>\n6. Habibie: Makna Di Balik Lensa<br \/>\n7. Ainun Mata Cinta Habibie<br \/>\n8. Habibie Dalam Komik, Puisi, dan Surat<\/p>\n<p>Habibie: Totalitas Sang Teknosof<\/p>\n<p>Habibie The Series terdiri dari 8 judul yang menghadirkan inspirasi masyarakat. Angka 8 melambangkan keabadian, maka Habibie akan meninggalkan karya abadi bagi penerus bangsa yang yakin dengan impian, pemikiran, ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, kepemimpinan, inspirasi, hingga kisah cinta beliau.<\/p>\n<p>The Habibie Center (THC) didirikan setelah beliau tidak ingin mencalonkan kembali menjadi presiden. THC merupakan lembaga nirlaba yang non politik. Penerbit Tiga Serangkai bekerja sama dengan THC dalam menyusun buku Habibie The Series. Buku tersebut merupakan hadiah dalam rangka ulang tahun ke-80 B. J. Habibie. Inspirasi beliau untuk seluruh rakyat Indonesia. Peran, kontribusi dan karya beliau untuk Indonesia.<\/p>\n<p>Tahun 2010 Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie mendapat gelar Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Filsafat Teknologi dari Universitas Indonesia. Beliau adalah seorang teknosof. Teknosof merupakan seseorang yang mendalami filasafat teknologi.<\/p>\n<p>B. J. Habibie merupakan presiden ke-3 Republik Indonesia dari tanggal 21 Mei 1998 sampai dengan 15 September 1999. Beliau menghasilkan 50 Undang-undang, 2 peraturan pemerintah pengganti undang-undang, 99 peraturan pemerintah, 232 keputusan presiden, 27 instruksi presiden. Total 400 peraturan atau 26 perbulan, sekitar 1,2 perbulan.<\/p>\n<p>Prinsip air.<\/p>\n<p>1.) Air yang mengalir dari sumber yang bersih dan jernih, dapat dibersihkan kembali jika berubah menjadi kotor, kehidupan sekitar akan tumbuh subur dan berkembang.<br \/>\n2.) Air yang mengalir dari sumber yang kotor dan beracun tak akan dapat dibersihkan dan dijernihkan, walau dengan berjuta ikhtiar, kehidupan sekitar akan mati dan tak akan berkembang.<br \/>\n3.) Berlakulah dalam memimpin keluarga, masyarakat dan bangsa bagaikan sumber mata air yang bersih, kehidupan sekitar akan terus tumbuh mekar, damai dan sejahtera.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak mau mengucapkan kata perpisahan karena sebagai seorang prajurit, tidak akan pernah berhenti berjuang dimana pun ia berada. B. J. Habibie<\/p>\n<p>\u201cJika umur kalian sekitar 20 tahun, kalian seumur dengan cucu saya, kalian bisa memanggil saya \u2018Eyang\u2019.\u201d B. J. Habibie<\/p>\n<p>Eyang Habibie berkeyakinan bahwa hidupnya dibimbing oleh lima prinsip dasar, yaitu bekerjalah sangat keras, bersikap rasional, bersikap jujur dan terbuka, bersikap rendah hati, dan jangan pernah menjadi pahlawan. Keyakinan dan prinsip yang dipegang dengan teguh oleh beliau.<\/p>\n<p>Penerapan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat erat hubungannya dengan pemberdayaan sumberdaya manusia, sehingga produktivitas manusia Indonesia mempunyai daya saing. Itulah sebenarnya yang menjadi tujuan utama, teknologi hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya pernah berkuasa, tetapi tidak pernah menganggap kekuasaan itu hak diri saya. Dititipi oleh siapa? Pertama oleh rakyat. Rakyat diilhami melalui sistem yang telah disepakati, akhirnya memberikan kekuasaan kepada orang yang bernama Bacharuddin Jusuf Habibie. Selama saya memegang jabatan itu, saya tidak merasa saya yang berkuasa.\u201d Wawancara A. Makmur 2005<\/p>\n<p>\u201cYang penting untuk dikejar sesungguhnya bukan teknologi itu sendiri, tetapi yang lebih penting dikejar adalah pembangunan sumberdaya manusia yang terampil dan tangguh yang mampu menguasai, mengendalikan dan mengembangkan teknologi itu sendiri ke arah yang lebih maju.\u201d B. J. Habibie<\/p>\n<p>Ada ungkapan mengatakan bahwa salah satu cara memahami pemikiran seseorang adalah dengan mengetahui kegemarannya. Maka kita perlu mengetahui kegemaran yang dilakukan oleh Eyang Habibie. Eyang Habibie senang sekali dengan kegiatan berenang, menonton film action seperti James Bond, Mission Impossible. Selain menonton film, beliau juga suka bernyanyi, suka musik keroncong, musik klasik seperti Mozart, Arthur Rubinstein. Beliau suka membaca buku, menulis puisi dan menyukai fotografi.<\/p>\n<p>\u201cBapak memang senang membuat coretan-coretan dengan tulisan tangan ketika masih belajar di Jerman. Bapak sering mengungkapkan perasaannya tentang sesuatu.\u201d Ainun Habibie<\/p>\n<p>\u201c&#8230; dan kebetulan hobi saya dalam bidang musik dan puisi.\u201d B.J. Habibie<\/p>\n<p>Sumpahku<\/p>\n<p>Terlentang!!<br \/>\nDjatuh!! Perih! Kesal!<br \/>\nIbu Pertiwi<br \/>\nEngkau pegangan<br \/>\nDalam perjalanan<br \/>\nDjandji pusaka dan saksi<br \/>\nTanah tumpah darahku<br \/>\nMakmur dan sutji<br \/>\nHantjur badan<br \/>\nTetap berdjalan<br \/>\nDjiwaku besar dan sutji<br \/>\nMembawa aku, &#8230; padamu!<\/p>\n<p>Puisi Chairil Anwar yang paling digemari oleh Eyang Habibie yaitu puisi berjudul Aku dan Cerita buat Dien Tamaela. Penyair kelahiran Medan, Sumatera Utara, \u201cgenerasi 45\u201d itu memang kerap menciptakan sajak-sajak puitis sarat makna.<\/p>\n<p>Aku<\/p>\n<p>Kalau sampai waktuku<br \/>\n\u2018Ku tak mau tak seorang kan merayu<br \/>\nTidak juga kau<\/p>\n<p>Tak perlu sedu sedan itu<\/p>\n<p>Aku ini binatang jalang<br \/>\nDari kumpulannya terbuang<\/p>\n<p>Biar peluru menembus kulitku<br \/>\nKutetap meradang menerjang<\/p>\n<p>Luka dan bisa kubawa berlari<br \/>\nBerlari<br \/>\nHingga hilang pedih peri<\/p>\n<p>Dan aku akan lebih tidak peduli<\/p>\n<p>Aku mau hidup seribu tahun lagi<br \/>\nMaret 1943<\/p>\n<p>Beliau suka memasak, rendang, mie kuah, ikan tuna dan nasi goreng. Sebagai mahasiswa perantau, keterampilan memasaknya terasah. Ayah orang bugis, ibu orang jawa, istri jawa tengah, semarang, terbiasa makanan jawa seperti sayur asem, sayur kangkung, sayur lodeh, sayur bayam. Ketika menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi, rumah makanan padang Sari Bundo merupakan tempat yang dikunjungi oleh beliau saat makan siang. Makanan kesukaan beliau, makanan khas bugis Barongkok, kue pisang yang lembut.<\/p>\n<p>Beliau lebih menyukai produk dalam negeri. Jiwa nasionalisnya begitu tinggi. Bagaimana beliau kembali ke tanah air, meninggalkan Jerman. Dan ingin membangun Indonesia, dengan meningkatkan kualitas pemudanya. \u201cIni sepatu buatan mana? Kalau mau tahu, sepatu ini saya beli di Cibaduyut.\u201d Jawab beliau ketika ditanya oleh salah satu stafnya.<\/p>\n<p>\u201cManusia tanpa cita-cita, adalah mati.\u201d B. J. Habibie<\/p>\n<p>Sinopsis ini dibuat oleh :<br \/>\nAldi Rahman Untoro<br \/>\nFacebook : Aldi Rahman Untoro<img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-931\" src=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/03\/habibie.jpg\" alt=\"\" width=\"412\" height=\"305\" srcset=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/03\/habibie.jpg 960w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/03\/habibie-300x222.jpg 300w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/03\/habibie-768x568.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 412px) 100vw, 412px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa disini yang mengidolakan sosok inspiratif seperti Bapak Habibie? Anda? Yuk Intip beberapa kisah mengenai beliau Yang sudah suka, akan semakin suka dan yang belum suka, akan berubah menjadi suka&#8230; Berikut koleksinya pada Fmrc Fia UB 1. Jangan Pernah Berhenti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":64,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16,17],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/930"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/64"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/930\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}