{"id":7535,"date":"2018-10-25T13:53:13","date_gmt":"2018-10-25T06:53:13","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/?p=7535"},"modified":"2022-03-22T16:32:42","modified_gmt":"2022-03-22T09:32:42","slug":"kisah-ketua-angkatan-perpustakaan-dan-ilmu-informasi-fia-ub-dapatkan-ipk-tertinggi-wisuda-periode-iii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/blog\/berita\/kisah-ketua-angkatan-perpustakaan-dan-ilmu-informasi-fia-ub-dapatkan-ipk-tertinggi-wisuda-periode-iii.html","title":{"rendered":"Kisah Ketua Angkatan Perpustakaan dan Ilmu Informasi FIA UB Dapatkan IPK Tertinggi Wisuda Periode III"},"content":{"rendered":"<p>Mariska Duwi Arifin Putri kini telah menyandang gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan di belakang namanya. Alumni lulusan Tulungagung ini mengenyam pendidikan di Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Brawijaya (UB) pada 2014 silam. Mariska yang menempuh pendidikan kurang dari empat tahun ini meraih IPK tertinggi pada wisuda periode III, 20 Oktober 2018 lalu dengan raihan 3.98.<\/p>\n<p>\u201cAlasan saya memilih program studi ini karena secara hobi saya suka sekali membaca. Membaca apa saja. Saya ingin belajar atau punya pekerjaan yang sekaligus dapat menjalankan hobi saya,\u201d Kata Mariska.<\/p>\n<p>Dijelaskannya, Mariska melihat prospek kerja dari Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi sangatlah luas, mengingat bidang tersebut harus dimiliki oleh setiap institusi.<\/p>\n<p>\u201cIlmu perpustakaan adalah keilmuan yang sangat luas. Kami mempelajari hampir semua bidang keilmuan. Ilmu perpustakaan secara lebih luas lebih cenderung ke arah manajemen informasi, bukan hanya menata buku,\u201d tambahnya. Seorang mahasiswa pada bidang tersebut dituntut untuk dapat memanajemen informasi secara profesional, mulai dari mencari, menghimpun, mengolah, hingga mengemas kembali informasi tersebut ke dalam bentuk yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p>\u201cSayangnya masih dianggap sebelah mata,\u201d sedihnya. Namun, tambahnya, di luar negeri keilmuan tersebut sudah sangat ramai dan berkembang. Hal ini sejalan dengan hampir semua institusi pendidikan yang memiliki program studi atau jurusan ini, terus berusaha memncitrakan keilmuan tersebut. Hal ini disebabkan fungsi penting dan keterkaitan keilmuan tersebut&nbsp; dengan keilmuan lain yang sangat erat.<\/p>\n<p>\u201cKetika belajar di ilmu perpustakaan, saya juga belajar bagaimana cara mengolah informasi, dari segi fisik maupun bentuk. Belajar cara membuat program, memanajemen fasilitas publik, mengelola keuangan semaksimal mungkin, mendesain gedung dan perabotan, dan mengolah bahan pustaka itu sendiri,\u201d Tukasnya.<\/p>\n<p>Saat ditanya strategi mendapatkan IPK tertinggi, Mariska memberikan saran untuk belajar sebelum dan sesudah kuliah. Menurutnya, dosen mengajar setidaknya ia telah mengerti sekitar 25%-50%.<\/p>\n<p>\u201cMalamnya setelah kuliah, saya juga selalu membaca dan mempelajari ulang materi yang didapat dari kampus. Setiap malam. hanya di libur semester saja terkadang saya tdk membacanya lagi,\u201d Jelas Mariska. Inti dari tips yang ia dapat berikan adalah berdoa, berusaha, bertawaqal.<\/p>\n<p>Orang tua, bagi Mariksa, adalah garda terdepat dalam memotovasi kehidupannya. Ia selalu menampilkan yang terbaik dari dukungan dan untuk orang tua.<\/p>\n<p>\u201ckedepannya semoga UB semakin jayaa. Semakin berprestasi, semua lulusannya semakin sukses, dan dapat selalu membanggakan almamater. Untuk teman-teman, semangat terus! pahami potensi diri, terus belajar, jangan lupa berdoa, dan bertawaqal semua hal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jangan pernah puas untuk belajar karena hal itu merupakan proses sepanjang hayat,\u201d Tutupnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mariska Duwi Arifin Putri kini telah menyandang gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan di belakang namanya. Alumni lulusan Tulungagung ini mengenyam pendidikan di Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Brawijaya (UB) pada 2014 silam. Mariska yang menempuh pendidikan kurang dari empat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":7536,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7535"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53990,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7535\/revisions\/53990"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}