{"id":5751,"date":"2017-03-23T07:43:36","date_gmt":"2017-03-23T00:43:36","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/?p=5751"},"modified":"2017-03-23T07:43:36","modified_gmt":"2017-03-23T00:43:36","slug":"meriah-opening-ceremony-espriex-business-model-competition-asean-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/blog\/berita\/meriah-opening-ceremony-espriex-business-model-competition-asean-2017.html","title":{"rendered":"Meriah, Opening Ceremony ESPRIEX Business Model Competition ASEAN 2017"},"content":{"rendered":"<p>Ratusan orang nampak memadati Aula Gedung A Lantai 4 FIA UB malam itu. Sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa dari berbagai kampus di ASEAN. Mereka hadir di FIA UB dalam rangka &#8220;<em>Opening Ceremony &amp; Gala Dinner<\/em>&#8221; sebagai 25 Finalis dalam &#8220;ESPRIEX Business Model Competition ASEAN 2017&#8221; yang diselenggarakan oleh Jurusan Administrasi Bisnis FIA UB. Kegiatan ini bertajuk &#8220;<em>The Largest Lean Start Up Competition in ASEAN<\/em>&#8221; karena memang memperebutkan hadiah yang sangat bergengsi. Selain uang tunai ribuan dolar Amerika, sang pemenang juga berhak mewakili negara-negara ASEAN untuk bertanding di ajang &#8220;International Business Model Competition&#8221; yang bertempat di Harvard University pada pertengahan 2017 nanti.&nbsp;<\/p>\n<p>Menyambut kedatangan para peserta dan tamu undangan dalam kegiatan yang sudah keempat kalinya terselenggara tersebut, Dekan FIA UB Prof Dr Bambang Supriyono MS menyampaikan harapannya agar semangat kewirausahaan melalui&nbsp;<em>business model&nbsp;<\/em>ini dapat tersebar merata ke negara-negara lainnya. Dekan berharap negara-negara ASEAN dapat bersama-sama menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi mudanya. &#8220;Bukan mustahil ke depan kompetisi ini dapat diadakan bergiliran di kampus lain, baik di Indonesia maupun di negara ASEAN lainnya,&#8221; ujar Dekan.&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_5759\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0452.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-5759\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-large wp-image-5759\" src=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0452-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0452-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0452-300x200.jpg 300w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0452-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-5759\" class=\"wp-caption-text\">Dekan FIA UB Prof Bambang Supriyono (tengah) meresmikan Espriex BMC 2017<\/p><\/div>\n<p>Selain itu, Dekan memandang bahwa semangat kewirausahaan saat ini tidak lagi hanya menjadi domain utama mahasiswa di jurusan-jurusan bisnis. Dekan merujuk pada beragamnya latar belakang peserta yang tidak hanya datang dari jurusan bisnis, tetapi juga jurusan lainnya seperti kedokteran, pertanian, perikanan, teknologi, ilmu komputer, dan lain sebagainya. &#8220;Lembaga pemerintahan pun juga mendapat manfaat dari pengembangan bisnis, terutama yang memiliki hubungan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan bisnis,&#8221; urai Dekan.&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, masih dalam rangkaian upacara pembukaan malam itu, Sunu Widyatmoko didapuk menjadi pembicara &#8220;<em>Evening Seminar<\/em>&#8220;. Mantan Presiden Direktur AirAsia Indonesia itu banyak berbicara seputar kewaspadaan dalam tahap-tahap awal pengembangan bisnis&nbsp;<em>start up<\/em>. Menurut Sunu, tahap awal bisnis disebut sebagai&nbsp;&#8220;<em>Death Valley<\/em>&#8221; dan tidak banyak perusahaan yang bisa lolos dari tahap ini. Dibutuhkan kerja keras dan determinasi tanpa henti untuk bisa keluar dari tahap ini. &#8220;Semua bisa dicapai, asalkan kalian memiliki konsep pemodelan bisnis yang matang dan unik,&#8221; ujar alumni Jurusan Administrasi Bisnis FIA UB ini.&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_5760\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0464.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-5760\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-large wp-image-5760\" src=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0464-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0464-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0464-300x200.jpg 300w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG_0464-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-5760\" class=\"wp-caption-text\">Sunu Widyatmoko menjadi pembicara Evening Seminar<\/p><\/div>\n<p>Rangkaian acara ESPRIEX&nbsp;Business Model Competition ASEAN 2017 akan dilangsungkan selama 2 hari, mulai Selasa (21\/3) hingga Rabu (22\/3). Pada hari pertama, para 25 finalis diwajibkan untuk mengikuti kelas&nbsp;<em>mentoring&nbsp;<\/em>yang didampingi oleh pakar-pakar bisnis dari kalangan akademisi dan praktisi. Kelas ini bertujuan untuk memantapkan konsep yang akan dipresentasikan pada hari kedua besok.&nbsp;<\/p>\n<p>Di antara 25 finalis, sebagian besar berasal dari kampus-kampus Indonesia yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatra. Selain itu, tercatat ada 5 tim dari universitas di luar Indonesia, seperti Malaysia dan Thailand.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ratusan orang nampak memadati Aula Gedung A Lantai 4 FIA UB malam itu. Sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa dari berbagai kampus di ASEAN. Mereka hadir di FIA UB dalam rangka &#8220;Opening Ceremony &amp; Gala Dinner&#8221; sebagai 25 Finalis dalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":5759,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[38,20,77],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5751"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5751"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5751\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}