{"id":3174,"date":"2014-12-05T17:02:23","date_gmt":"2014-12-05T10:02:23","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/?p=3174"},"modified":"2014-12-11T11:28:03","modified_gmt":"2014-12-11T04:28:03","slug":"fia-ub-kaji-partisipasi-publik-dalam-pemerintahan-dengan-undang-pakar-dari-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/blog\/berita\/fia-ub-kaji-partisipasi-publik-dalam-pemerintahan-dengan-undang-pakar-dari-malaysia.html","title":{"rendered":"FIA UB Kaji Partisipasi Publik dalam Pemerintahan dengan Undang Pakar dari Malaysia"},"content":{"rendered":"<p>Saat ini, hampir seluruh pemerintahan negara di dunia telah membuka pintu bagi partisipasi publik dalam kebijakan-kebijakannya. Hal ini dilakukan agar nantinya kebijakan yang dihasilkan dapat mencerminkan kehendak masyarakat atas nasib bangsanya sendiri. Itulah tren global saat ini yang dipaparkan oleh Dr. Halimah Abdul Manaf dalam acara Kuliah Tamu yang bertemakan \u201c<em>Initiative Assessment of Public Participation in Malaysia Local Government System<\/em>\u201d di Gedung B FIA UB Lantai 2. Secara khusus, Jurusan Administrasi Publik FIA UB mengundang Dr. Halimah yang juga pakar Kebijakan Publik dari Universiti Utara Malaysia untuk berbagi tentang penerapan partisipasi publik dalam pemerintahan daerah di Malaysia.<\/p>\n<p>Halimah menuturkan bahwa dalam sistem demokrasi yang berkembang saat ini, partisipasi publik menjadi sebuah keharusan dalam kebijakan publik. Ia percaya bahwa masyarakat sekarang sudah memiliki wawasan yang lebih luas. \u201cSehingga masyarakat dapat lebih berperan aktif dalam menentukan arah daerahnya ke depan dan tidak sekedar mengeluh atau berdemonstrasi di jalanan,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Pembantu Dekan I FIA UB, Dr. M.R. Khairul Muluk, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kita perlu belajar tentang partisipasi publik ini dari Malaysia sebagai salah satu negara maju. \u201cDi kegiatan ini kita bisa belajar dari negara tetangga kita. Tetapi sebenarnya dua negara kita bisa saling belajar, sehingga bisa bertumbuh bersama-sama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_3176\" style=\"width: 337px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0696.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-3176\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3176\" src=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0696-300x199.jpg\" alt=\"Khairul Muluk (kiri) dan Halimah Abdul Manaf (kanan)\" width=\"327\" height=\"217\" srcset=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0696-300x199.jpg 300w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0696.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 327px) 100vw, 327px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3176\" class=\"wp-caption-text\">Khairul Muluk (kiri) dan Halimah Abdul Manaf (kanan)<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_3175\" style=\"width: 336px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0694.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-3175\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3175\" src=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0694-300x199.jpg\" alt=\"Peserta Kuliah Tamu \" width=\"326\" height=\"216\" srcset=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0694-300x199.jpg 300w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0694.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 326px) 100vw, 326px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3175\" class=\"wp-caption-text\">Peserta Kuliah Tamu<\/p><\/div>\n<p>Di akhir sambutannya, Muluk menyempatkan untuk memberikan salah satu buku tulisannya yang berjudul \u201cMenggugat Partisipasi Publik dalam Pemerintahan Daerah\u201d kepada Halimah. \u201cMudah-mudahan ini bisa menjadi bahan kajian untuk mahasiswa di sana,\u201d imbuhnya. (ALA\/FIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, hampir seluruh pemerintahan negara di dunia telah membuka pintu bagi partisipasi publik dalam kebijakan-kebijakannya. Hal ini dilakukan agar nantinya kebijakan yang dihasilkan dapat mencerminkan kehendak masyarakat atas nasib bangsanya sendiri. Itulah tren global saat ini yang dipaparkan oleh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[36],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3174"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3174\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}