/var/www/katalog/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Biografi-Indonesia%" ]
Wiji Thukul mungkin bukan seorang penyair paling cemerlang yang pernah kita miliki. Sejarah Republik menunjukan ia juga bukan satu-satunya orang yang menjadi korban penghilangan paksa. Tapi Thukul adalah cerita penting dalam sejarah Orde Baru yang tak patut diabaikan: seorang penyair yang sajak-sajaknya menakutkan sebuah rezim dan kematiannya hingga kini jadi misteri.
Buku ini ditulis oleh para sahabatnya yang memberi komentar rinci dan mendalam atas pemikiran-pemikiranya. Misalnya tragedi Pancasila, etika dialog antaragama, teologi, filsafat Ketuhanan, kosmologi, etika umum, filsafat politik, dan kultur jawa. Melalui tulisan ini tampak bahwa filsafat dapat membantu kita untuk merespons persoalan-persoalan besar yang mendera bangsa dan amsyarakat kita.
Buku ini tentang kisah Wahid Hasyim yang merupakan salah satu tokoh islam di awal kemerdekaan yang diangkat khusu dari liputan majah berita mingguan Tempo pada 2003-2011. Serial ini menampilkan wajah isalm Indonesia yang beragam, dari dulu hingga kini selalu ada orang yang mengedepankan jalan moderat dan demokratis, tapi ada pula karena kekecewaan yang menyokong radikalisme dn kekerasan.