Texts
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH : Studi Tentang Usulan Langsung Masyarakat Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Di Kabupaten Blitar
RINGKASAN
Mahendra Wisnu Wardhana, Program Magister Ilmu Administrasi Publik
Universitas Brawijaya Malang, “Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan
Pembangunan Daerah (Studi Tentang Usulan Langsung Masyarakat Dalam
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Di Kabupaten Blitar)”, Komisi Pembimbing:
Ketua: Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS., Anggota: Dr. Endah Setyowati, S.Sos,
M.Si.
Usulan langsung masyarakat merupakan salah satu bagian dari pendekatan
partisipatif yang digunakan dalam penyusunan perencanaan pembangunan
daerah khususnya Rencana kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar. Usulan
langsung masyarakat terus mengalami penurunan jumlah mulai tahun 2022
hingga tahun 2025, sehingga memerlukan suatu pemahaman bagaimanakah
usulan langsung ini dalam perencanaan pembangunan, dampak dari usulan
langsung serta faktor apa sajakah yang menghambat dan mendukung usulan
langsung ini.
Peneliti menggunakan beberapa teori dalam melakukan analisis penelitian ini,
teori yang digunakan untuk menganalisis partisipasi masyarakat adalah teori
tangga partisipasi, tangga pemberdayaan warga, tangga partisipasi baru, dan teori
desentralisasi. Analisis mengenai dampak usulan langsung masyarakat dalam
perencanaan pembangunan menggunakan regulasi serta beberapa teori
partisipasi yang diajukan oleh Suryono, Naisbitt, dan Abe. Teori dari Alvin Kumar
tentang hambatan yang harus dihadapai dalam melaksanakan partisipasi
masyarakat digunakan dalam analisis untuk mengetahui faktor penghambat serta
faktor pendukung dalam pengajuan usulan langsung.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Sumber data berasal dari
informan yang didapatkan melalui teknik snowball sampling dan sumber data
kedua adalah dokumen. Lokasi dari penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Blitar
pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
Kabupaten Blitar dan kelompok masyarakat yang dapat mengajukan usulan
langsung. Untuk metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data
menggunakan model analisis Creswell.
Hasil penelitian berdasarkan data yang didapat dan analisis yang dilakukan
adalah sebagai berikut. Partisipasi masyarakat melalui usulan langsung
masyarakat apabila menurut tangga partisipasi baru yang dikemukakan oleh
Muluk berada pada anak tangga manipulasi. Usulan langsung masyarakat berada
pada anak tangga manipulasi dikarenakan sosialisasi usulan langsung
masyarakat tidak tersampaikan secara merata, tidak ada perubahan pengusul
usulan lansun, meskipun usulan langsung memiliki tren yang menurun tetapi tidak
ada perubahan metode sosialisasi. Berdasarkan teori desentralisasi yang diajukan
Kumar, partisipasi masyarakat di Kabupaten blitar tidak sesuai. Hal ini karena
partisipasi melaui usulan langsung hanya terdapat pada saat penyusunan
rancangan akhir RKPD, perangkat daerah memiliki persepsi yang salah atas
kenutuhan masyarakat, dan hanya pihak-pihak tertentu saja yang mengetahui
tentang pengajuan usulan langsung ini. Meskipun secara regulasi usulan
langsung masyarakat tidak memiliki dampak dalam penyusunan RKPD, akan
tetapi usulan langsung masyarakat memiliki dampak besar untuk mengetahui apa
kebutuhan masyarakat. faktor yang mendukung masyarakat dalam mengajukan
usulan langsung adalah Informasi yang baik dan kepastian usulan dapat
diakomodir, sedangkan faktor yang menghambat penyampaian usulan langsung
masyarakat adalah faktor sosialisasi, kesalahan persepsi kebutuhan masyarakat,
teknologi, korupsi, dan faktor prosedur administrasi.
Saran berdasarkan hasil penelitian yang didapat dibagi menjadi dua, yaitu
saran kepada pemerintah Kabupaten Blitar dan saran kepada masyarakat.
Kepada pemerintah Kabupaten Blitar, peneliti menyarankan agar Bappedalitbang
lebih memperhatikan isi dari perencanaan dan memperkuat koordinasi dengan
perangkat daerah agar perangkat daerah membatu dalam sosialisasi serta dapat
memberikan pendampingan dalam pengajuan usulan langsung. Selain itu perlu
penambahan media sosial dalam sosialisasi serta terdapat waktu sosialisasi
tersendiri agar pengajuan usulan langsung masyarakat sampai kepada
masyrakat. Kepada masyarakat, peneliti menyarakankan agar menjalin
komunikasi yang aktif dengan perangkat daerah yang menaungi serta masyarakat
dapat mengikuti media sosial Pemerintah Kabupaten Blitar agar mendapatkan
informasi terbaru.
Kata Kunci: Perencanaan, Usulan, dan Masyarakat
SUMMARY
Mahendra Wisnu Wardhana, Master of Public Administration Program, Brawijaya
University, Malang, “Community Participation in Regional Development
Planning (Study of Direct Community Proposals in the Regional Government
Work Plan in Blitar Regency)”, Supervisor: Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS.,
Co-Supervisor: Dr. Endah Setyowati, S.Sos, M.Si.
Direct community proposals are part of the participatory approach used in
regional development planning, particularly the Blitar Regency Government Work
Plan. Direct community proposals have been steadily declining from 2022 to 2025,
necessitating an understanding of their role in development planning, their impact,
and the factors that hinder and support them.
Researchers used several theories in conducting this research analysis. The
theories used to analyze community participation are the ladder of participation
theory, the ladder of citizen empowerment theory, the new ladder of participation
theory, and the theory of decentralization. The analysis of the impact of direct
community proposals on development planning uses regulations and several
participation theories proposed by Suryono, Naisbitt, and Abe. Alvin Kumar's
theory on the obstacles that must be faced in implementing community
participation is used in the analysis to identify inhibiting and supporting factors in
submitting direct proposals.
This research is qualitative. Data sources came from informants obtained
through snowball sampling, and secondary data sources were documents. The
research was conducted in Blitar Regency, with the Regional Development
Planning Agency, Research and Development Agency, and community groups that
could submit proposals directly. The data analysis method used was the Creswell
analysis model.
The results of the research based on the data obtained and the analysis
conducted are as follows. Public participation through direct community proposals,
according to the new participation ladder proposed by Muluk, is on the
manipulation step. Direct community proposals are on the manipulation step
because the socialization of direct community proposals is not conveyed evenly,
there is no change in the direct proposal proposers, although direct proposals have
a downward trend but there is no change in the socialization method. Based on
the decentralization theory proposed by Kumar, public participation in Blitar
Regency is not appropriate. This is because participation through direct proposals
only exists during the preparation of the final draft of the RKPD, regional officials
have a wrong perception of community needs, and only certain parties are aware
of the submission of these direct proposals. Although by regulation direct
community proposals have no impact on the preparation of the RKPD, direct
community proposals have a major impact on understanding community needs.
Factors that support the community in submitting direct proposals are good
information and certainty that proposals can be accommodated, while factors that
hinder the submission of direct community proposals are socialization factors,
misperceptions of community needs, technology, corruption, and administrative
procedures.
Suggestions based on the research results obtained are divided into two,
namely suggestions to the Blitar Regency government and suggestions to the
community. To the Blitar Regency government, the researcher suggests that
Bappedalitbang pay more attention to the content of planning and strengthen
coordination with regional officials so that regional officials assist in socialization
and can provide assistance in submitting direct proposals. In addition, it is
necessary to add social media in socialization and have a separate socialization
time so that direct submissions of community proposals reach the community. To
the community, the researcher suggests establishing active communication with
the regional officials who oversee them and the community can follow the Blitar
Regency Government's social media to get the latest information.
Keywords: Planning, Proposals, and Community
Tidak tersedia versi lain