Texts
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK PENINGKATAN PERAN STAKEHOLDER DI KABUPATEN SLEMAN
RINGKASAN
Rosy Setyawan Nugroho, Program Magister Administrasi Publik Universitas
Brawijaya Malang “Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Sampah Untuk
Peningkatan Peran Stakeholder di Kabupaten Sleman”, Komisi Pembimbing: Ketua: Prof.
Dr. Choirul Saleh, M.Si., Anggota: Akhmad Amirudin, S.AP., M.AP., Ph.D.
Latar belakang penelitian ini adalah upaya peningkatan kualitas kinerja pemerintah
dalam menangani krisis sampah di Kabupaten Sleman dimana proses kolaborasi dalam
pengelolaan sampah diharapkan sebagai salah satu upaya dalam mengatasi masalaha
pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman. Kolaborasi dalam pengelolaan sampah sebagai
ujung tombak dari kebijakan yang akan ditempuh Pemerintah Daerah dalam mengatasi
permasalahan yang ada di masyarakat dan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas
pelayanan publik yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.
Penelitian ini merupakan sebuah studi dengan kajian mengenai strategi Pemerintah
Daerah dalam berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan sampah di
Kabupaten Sleman berdasar prespektif collaborative governance; mendeskripsikan dan
menganalisis aktor-aktor yang terlibat beserta perannya dalam kolaborasi pengelolaan
sampah di Kabupaten Sleman; serta menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang
mendukung dan menghambat implementasi collaborative governance dalam pengelolaan
sampah di Kabupaten Sleman. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
kulaitatif dengan pendekatan deskriptif. Tehnik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi dan studi dokumen serta analisis data menggunakan model Lima Fase Analisis
data Robert K. Yin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman
sudah cukup baik meskipun masih terdapat banyak kekurangan. Pengelolaan sampah yang
dilaksanakan telah meninggalkan konsep lama diganti dengan metode yang lebih ramah
lingkungan serta berhasil membuat sampah menjadi energi baru. Konsep collaborative
governance dalam pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan telah dilaksanakan
dengan melibatkan banyak aktor mulai dari elemen pemerintah sendiri, swasta, masyarakat,
akademisi dan media sehingga telah menumbuhkan ekosistem pengelolaan sampah yang
mengarah pada peningkatan kualitas dalam pengelolaan sampah. Tantangan dan pekerjaan
rumah pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman masih cukup banyak, mulai dari kurang
maksimalnya partisipasi masyarakat, regulasi yang belum tuntas, keterbatasan anggaran
dan sulitnya memperoleh lahan pembangunan TPST.
Simpulan dari penelitian ini bahwa kolaborasi pemerintahan dalam pengelolaan
sampah berjalan baik dan peran stakeholder meningkat. Pendukung implementasi
kolaborasi dipengaruhi oleh politik, visi dan rencana serta sumberdaya. Sedangkan
penghambat implementasi kolaborasi dipengaruhi oleh institusi, kelembagaan dan budaya.
Selanjutnya saran dari penelitian ini adalah memaksimalkan peran masyarakat,
mengembangkan teknologi pengolahan sampah, melakukan difersifikasi pemanfaatan
sampah, mengundang dan menumbuhkan investasi pengelolaan sampah serta peningkatan
infrastruktur pengelolaan sampah sehingga krisis sampah tidak terjadi kembali pada masa
yang akan datang.
Kata Kunci : pengelolaan sampah, collaborative governance
SUMMARY
Rosy Setyawan Nugroho, Master's Program in Public Administration, Brawijaya
University Malang. " Collaborative Governance in Waste Management to Enhance
Stakeholder Roles in Sleman Regency " Supervisory Committee: Chair: Prof. Dr. Choirul
Saleh, M.Si.; Member: Akhmad Amirudin, S.AP., M.AP., Ph.D.
The background of this research is the effort to improve the quality of government
performance in addressing the waste crisis in Sleman Regency, where the collaboration
process in waste management is expected to serve as one of the strategies to overcome
waste management issues in the region. Collaboration in waste management acts as the
spearhead of policies to be adopted by the local government in addressing problems within
the community and is also one of the efforts to enhance the quality of public services
provided by the local government.
This research is a study focusing on the local government's strategies in collaborating to
improve the quality of public services. The objectives of this study are to describe and
analyze waste management in Sleman Regency from the perspective of collaborative
governance; to identify and analyze the actors involved and their respective roles in the
waste management collaboration in Sleman Regency; and to examine and describe the
supporting and inhibiting factors in the implementation of collaborative governance in
waste management in Sleman Regency. This study employs a qualitative research method
with a descriptive approach. Data collection techniques include interviews, observations,
and document studies. Data analysis is conducted using Robert K. Yin’s Five-Phase Data
Analysis Model.
The results of the study indicate that waste management in Sleman Regency is relatively
well implemented, although there are still many shortcomings. The waste management
practices have moved away from conventional methods and have adopted more
environmentally friendly approaches, successfully transforming waste into a new source of
energy. The concept of collaborative governance in modern and sustainable waste
management has been implemented by involving multiple actors, including government
elements, the private sector, communities, academics, and the media. This has fostered a
waste management ecosystem that contributes to improving the overall quality of waste
management. However, Sleman Regency still faces numerous challenges in waste
management, such as limited public participation, incomplete regulations, budget
constraints, and difficulties in acquiring land for the construction of Integrated Waste
Processing Sites (TPST).
The conclusion of this study is that government collaboration in waste management is
functioning well, and the role of stakeholders has increased. The factors supporting the
implementation of collaboration are influenced by politics, vision and planning, as well as
resources. Meanwhile, the obstacles to implementing collaboration are influenced by
institutional structures, organizational capacity, and culture. The recommendations of this
study are to maximize community involvement, develop waste processing technologies,
diversify the utilization of waste, attract and promote investment in waste management, and
improve waste management infrastructure to prevent future waste crises
Keywords : waste management, collaborative governance
Tidak tersedia versi lain