Texts
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN TANA TIDUNG PROVINSI KALIMANTAN UTARA
RINGKASAN
Silva Tika Hindarfergia, Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Perencanaan Strategis dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Ketua Komisi Pembimbing, Wike,S.Sos, M.Si, DPA dan Anggota Komisi Pembimbing Dr. Farida Nurani, S.Sos, M.Si
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, termasuk gangguan perkembangan fisik dan kognitif anak. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, diperoleh Kabupaten Tana Tidung menempati prevalensi stunting terendah di Kalimantan Utara sebesar 22,8 persen. Setelahnya, pada tahun 2022, prevalensi stunting Kabupaten Tana Tidung justru melonjak naik bahkan menjadi angka stunting tertinggi di Kalimantan Utara yaitu sebesar 30,7 persen. Pada tahun 2023, capaian penurunan angka stunting Kabupaten Tana Tidung juga tidak terlepas dari sorotan, dimana capaian penurunannya adalah yang paling tertinggi atau tercepat di Kalimantan Utara, meskipun bukan menjadi prevalensi stunting terendah di Kalimantan Utara. Dinamika penanganan stunting di Kabupaten Tana Tidung ini mencerminkan pentingnya perencanaan strategis organisasi. Atas dasar tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan strategis dan strategi yang digunakan dalam mencapai penurunan stunting di Kabupaten Tana Tidung.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif sehingga dapat mendeskripsikan proses perencanaan strategis dengan lebih detail beserta strategi yang dihasilkan. Jumlah narasumber dalam penelitian ini adalah tujuh narasumber dari Dinas Kesehatan dan Bappeda Litbang Kabupaten Tana Tidung. Pendekatan perencanaan strategis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model siklus perubahan strategi oleh Bryson (2011), meliputi visi keberhasilan, kesepakatan awal, mandat, misi dan nilai, lingkungan eksternal dan lingkungan internal, isu strategis, perumusan strategi, strategi dan tinjauan rencana dan adopsi, implementasi, serta strategi dan perencanaan proses penataan ulang. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan model analisis data oleh Miles, Huberman, dan Saldana (2014).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategis dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tana Tidung yang ditinjau dari model siklus perubahan strategi memiliki beberapa catatan penting. Visi yang jelas dan integrasi program stunting ke dalam visi kepala daerah memperkuat sinergi antara kebijakan makro dan program sektoral, meskipun proses perencanaan awal masih bersifat responsif dan top-down. Regulasi formal serta pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mendukung koordinasi lintas sektor, namun alokasi sumber daya dan strategi khusus stunting dalam dokumen Renstra masih terbatas. Mandat formal terkait stunting telah teridentifikasi, tetapi pelaksanaan lebih banyak didorong oleh mandat informal dan komitmen pimpinan daerah. Misi umum RPJMD berhasil diterjemahkan menjadi fokus program stunting dengan nilai organisasi seperti kolaborasi dan inovasi yang menjadi landasan pelaksanaan. Dinas Kesehatan menunjukkan kemampuan adaptif dan inovasi lokal sebagai kunci keberhasilan penurunan prevalensi stunting secara signifikan. Namun, terdapat ketidaksesuaian dalam hierarki perencanaan, dimana isu stunting belum menjadi isu strategis utama dalam RPJMD, yang menghambat optimalisasi sumber daya dan koordinasi. Strategi yang diterapkan bersifat emergen dan responsif terhadap kondisi lapangan meskipun belum tertuang rinci dalam dokumen formal. Keterlibatan lintas sektor dan komitmen pimpinan cukup kuat, namun dokumen perencanaan belum terintegrasi sempurna dan belum tersedia Rencana Aksi Daerah khusus stunting. Implementasi program belum sepenuhnya strategis dan terintegrasi, dengan evaluasi yang masih praktis dan kurang sistematis sehingga mekanisme pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan perlu diperkuat. Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan dan keterbatasan, pendekatan strategis di Kabupaten Tana Tidung sudah berada di jalur yang tepat dengan adaptasi dan inovasi yang mendukung percepatan penurunan stunting secara signifikan, namun perbaikan sistem perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara terstruktur sangat diperlukan untuk hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan. Berkaitan dengan strategi yang dihasilkan dari analisis SWOC adalah strategi koordinasi konvergensi lintas sektor, dengan fokusnya adalah mempekuat mekanisme koordinasi antar Perangkat Daerah melalui pendekatan konvergensi dengan Dinas Kesehatan, Strategi penguatan sistem informasi berbasis bukti, dengan fokusnya adalah mengoptimalkan E-PPGBM dan Si Paling Penting untuk meningkatkan kualitas data dan pengambilan keputusan, strategi jemput waktu, strategi integrasi stunting dalam dokumen perencanaan, dan strategi pendekatan sosio-kultural sensitif.
Kata Kunci: Perencanaan Strategis, Stunting, Strategi
SUMMARY
Silva Tika Hindarfergia, Master's Program in Public Administration, Faculty of Administrative Sciences, Universitas Brawijaya. Thesis Title: Strategic Planning in Accelerating Stunting Reduction in Tana Tidung Regency North Kalimantan Province. Chair of Supervisory Committee: Wike, S.Sos, M.Si, DPA. Member of Supervisory Committee: Dr. Farida Nurani, S.Sos, M.Si
Stunting is one of the global health problems that has long-term impacts on the quality of human resources, including disruptions to children's physical and cognitive development. Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey in 2021, Tana Tidung Regency had the lowest stunting prevalence in North Kalimantan at 22.8 percent. Subsequently, in 2022, the stunting prevalence in Tana Tidung Regency actually surged and even became the highest stunting rate in North Kalimantan at 30.7 percent. In 2023, the achievement of stunting reduction in Tana Tidung Regency was also in the spotlight, where its reduction achievement was the highest or fastest in North Kalimantan, although it did not become the lowest stunting prevalence in North Kalimantan. This dynamic of stunting management in Tana Tidung Regency reflects the importance of organizational strategic planning. Based on this foundation, this research aims to analyze the strategic planning process and strategies used to achieve stunting reduction in Tana Tidung Regency.
This study employs descriptive research with a qualitative approach to describe the strategic planning process in greater detail along with the strategies produced. The number of informants in this study is seven informants from the Health Office and Bappeda Litbang of Tana Tidung Regency. The strategic planning approach used in this research is the strategy change cycle model, which includes vision of success, initial agreement, mandates, mission and values, external environment and internal environment, strategic issues, strategy formulation, strategy and plan review and adoption, implementation, as well as strategy and planning process restructuring. Research data sources consist of primary data and secondary data. Data collection techniques were conducted through interviews and documentation. The obtained data were subsequently analyzed using the data analysis model by Miles, Huberman, and Saldana (2014).
The research results indicate that strategic planning for accelerating stunting reduction in Tana Tidung Regency, examined through Bryson's (2011) strategic change cycle model, has several important notes. A clear vision and integration of stunting programs into the regional head's vision strengthens synergy between macro policies and sectoral programs, although the initial planning process remains responsive and top-down. Formal regulations and the establishment of the Stunting Reduction Acceleration Team support cross-sectoral coordination, however resource allocation and specific stunting strategies in Strategic Plan documents remain limited. Formal mandates related to stunting have been identified, but implementation is largely driven by informal mandates and regional leadership commitment. The general mission of Regional Medium-Term Development Plan has been successfully translated into stunting program focus with organizational values such as collaboration and innovation serving as the foundation for implementation. The Health Office demonstrates adaptive capacity and local innovation as key to successful significant reduction in stunting prevalence. However, there are inconsistencies in the planning hierarchy, where stunting issues have not yet become a main strategic issue in Regional Medium-Term Development Plan, which hinders resource optimization and coordination. The applied strategies are emergent and responsive to field conditions although they have not been detailed in formal documents. Cross-sectoral involvement and leadership commitment are quite strong, but planning documents are not yet perfectly integrated and a specific Regional Action Plan for stunting is not yet available. Program implementation is not yet fully strategic and integrated, with evaluation that remains practical and less systematic, thus continuous learning and improvement mechanisms need to be strengthened. Overall, despite challenges and limitations, the strategic approach in Tana Tidung Regency is already on the right track with adaptation and innovation supporting significant acceleration of stunting reduction, however structured improvements in planning, implementation, and evaluation systems are essential for more optimal and sustainable results. Regarding strategies resulting from SWOC analysis, these include cross-sectoral convergence coordination strategy, with its focus on strengthening coordination mechanisms among Regional Apparatus through convergence approaches with the Health Office, evidence-based information system strengthening strategy, with its focus on optimizing E-PPGBM and ‘Si Paling Penting’ to improve data quality and decision-making, timing strategy, stunting integration strategy in planning documents, and socio-culturally sensitive approach strategy.
Keywords: Strategic Planning, Stunting, Strategy
Tidak tersedia versi lain