Texts
MANAJEMEN PUBLIK DALAM PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN PEREDARAN OBAT KERAS : Studi di Badan Pengawas Obat dan Makanan Surabaya
RINGKASAN
Muhammad Aditiya Ayoga, NIM : 216030101111053 Program Pascasarjana
Universitas Brawijaya Malang, 02 Agustus 2024, " Manajemen Publik Dalam
Pengendalian Dan Pengawasan Peredaran Obat Keras (Studi di Badan
Pengawas Obat dan Makanan Surabaya), Komisi Pembimbing Dr.Bambang
Santoso Haryono, MS ., Dr. Mohammad Nuh, S.IP, M.Si.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupa kan salah satu Lembaga
Pemerintah Non Kementrian (LPNK) yang melakukan layanan publik kepada
masyarakat, sebagai organisasi yang terbuka (open organization) dan sebagai
perwujudan tanggung jawabnya kepada public (publick accountable).
Ketersediaan obat merupakan salah satu yang tidak dapat tergantikan dalam
pelayanan kesehatan. Sebab obat memiliki berguna untuk menyelamatkan jiwa
dan menyembuhkan hidup orang banyak. Hal ini apabila dilihat dari aspek
kesehatan, obat merupakan unsur yang sangat penting karena diperlukan dalam
sebagain besar upaya kesehatan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan Lembaga Pemerintah
Non Departemen (LPND) yang mempunyai tugas di bidang pengawasan obat dan
makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan dari penelitian ini antara lain, untuk menganalisis dan mendeskripsikan
pengendalian dan pengawasan peredaran obat keras oleh BPOM Surabaya dan
untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat
dalam pengendalian dan pengawasan obat.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.
Lokasi Penelitian ini mengunakan metode wawancara beberapa sector di BPOM
Surabaya. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah Historical
Comparative.
Berdasarkan hasil analisis data BPOM Surabaya berupaya untuk mengendalikan
dan mengawasi peredaran obat keras yang diedarkan secara online, melindungi
kesehatan masyarakat, dan memastikan bahwa obat keras hanya digunakan
sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pengendalian dan pengawasan obat
keras, terutama yang diedarkan secara online, memerlukan pendekatan yang
komprehensif dan adaptif. Teknologi informasi yang canggih, kerjasama strategis,
kampanye edukasi publik, regulasi yang mendukung, sistem pengaduan yang
efektif, dan komitmen pelaku usaha adalah faktor-faktor pendukung yang
memperkuat upaya pengawasan. Namun, tantangan seperti perkembangan
teknologi yang pesat, keterbatasan sumber daya, tingkat kepatuhan yang rendah,
kurangnya edukasi publik, koordinasi yang kurang optimal, dan perubahan
regulasi perlu diatasi untuk memastikan pengawasan yang lebih efektif dan
melindungi kesehatan masyarakat.
Kata kunci : manajemen publik, pengendalian, pengawasan, BPOM.
SUMMARY
Muhammad Aditiya Ayoga, NIM: 216030101111053 Postgraduate Program,
Brawijaya University, Malang, August 2, 2024, "Public Management in
Controlling and Supervising the Distribution of Prescription Drugs (Study at
the Surabaya Food and Drug Supervisory Agency), Supervisory Commission
Dr. Bambang Santoso Haryono, MS., Dr. Mohammad Nuh, S.IP, M.Sc.
The Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) is one of the Non-Ministerial
Government Institutions (LPNK) that provides public services to the community, as
an open organization and as a manifestation of its responsibility to the public
(publicly accountable).
The availability of drugs is one of the things that cannot be replaced in health
services. Because drugs are useful for saving lives and healing the lives of many
people. This is when viewed from a health aspect, drugs are a very important
element because they are needed in most health efforts.
The Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) is a Non-Departmental
Government Institution (LPND) that has duties in the field of drug and food
supervision in accordance with the provisions of applicable laws and regulations.
The objectives of this study include, to analyze and describe the control and
supervision of the distribution of hard drugs by BPOM Surabaya and to analyze
and describe the supporting and inhibiting factors in the control and supervision of
drugs.
The type of research used in this study is descriptive research. The location of this
study uses an interview method in several sectors at BPOM Surabaya. The
qualitative data analysis technique used is Historical-Comparative.
Based on the results of the data analysis, BPOM Surabaya seeks to control and
supervise the distribution of hard drugs distributed online, protect public health,
and ensure that hard drugs are only used in accordance with applicable
regulations. Control and supervision of hard drugs, especially those distributed
online, requires a comprehensive and adaptive approach. Sophisticated
information technology, strategic cooperation, public education campaigns,
supportive regulations, effective complaint systems, and business actor
commitment are supporting factors that strengthen supervision efforts. However,
challenges such as rapid technological developments, limited resources, low levels
of compliance, lack of public education, less than optimal coordination, and
regulatory changes need to be addressed to ensure more effective supervision
and protect public health.
Keywords: public management, control, supervision, BPOM.
Tidak tersedia versi lain