/var/www/katalog/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 6880" ]
Bind Value ⚒️: []
Kebijakan otonomi daerah melahirkan otonomi daerah telah berdampak pada munculnya arogansi kekuasaan bupati sebagai penguasa daerah yang berpotensi menjalankan peran kepemimpinannya secara otoriter dan sulit menjalankan koordinasi dengan pemerintah pusat. oleh karenanya, kepemimpinan bupati dalam banyak hal sangat mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.
Perubahan paradigma dari New Public Management (NPM) ke paradigm New Public Service (NPS) menuntut kinerja birokrasi pelayanan publik saat sekarang menjadi isu kebijakan yang semakin strategis karena perbaikan kinerja birokrasi memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan ekonomi dan politik.