{"id":93709,"date":"2025-06-30T18:02:04","date_gmt":"2025-06-30T11:02:04","guid":{"rendered":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/?p=93709"},"modified":"2026-01-23T10:22:33","modified_gmt":"2026-01-23T03:22:33","slug":"fia-ub-perkuat-pembangunan-zona-integritas-dan-manajemen-risiko-sebagai-pilar-reformasi-birokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/blog\/fakultas\/fia-ub-perkuat-pembangunan-zona-integritas-dan-manajemen-risiko-sebagai-pilar-reformasi-birokrasi\/","title":{"rendered":"FIA UB Perkuat Pembangunan Zona Integritas dan Manajemen Risiko sebagai Pilar Reformasi Birokrasi"},"content":{"rendered":"<p>Malang, 30 Juni 2025<br \/>\nFakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk \u201cPenguatan Zona Integritas dan Pengembangan Manajemen Risiko\u201d pada Senin, 30 Juni 2025, yang dimulai pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian integral dari upaya strategis fakultas untuk memperkuat Reformasi Birokrasi Internal, sekaligus memperluas pemahaman dan penerapan sistem manajemen risiko di lingkungan kerja akademik dan administratif.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., yang menekankan pentingnya pembangunan Zona Integritas sebagai langkah awal menuju budaya kerja yang antikorupsi, profesional, dan melayani. \u201cKita tidak sedang mengejar sekadar predikat, melainkan membangun fondasi jangka panjang berupa budaya organisasi yang menjunjung integritas dan akuntabilitas,\u201d ujar Prof. Hamidah. Ia juga menekankan bahwa transformasi organisasi di lingkungan fakultas membutuhkan sinergi kolektif dan komitmen lintas unit.<\/p>\n<p>Sebagai narasumber utama, Dr. Ngesti Dwi Praestyo, Ketua Satuan Tugas Reformasi Birokrasi UB sekaligus anggota Tim Zona Integritas tingkat universitas, memberikan paparan mendalam mengenai tahapan pembangunan Zona Integritas dan tantangan implementasinya. Menurutnya, pencapaian Zona Integritas memerlukan konsistensi nilai dan tindakan. \u201cZona Integritas tidak boleh dipahami sebagai proyek administratif jangka pendek, tetapi harus menjadi identitas kelembagaan yang diwujudkan melalui tata kelola berbasis integritas dan peningkatan layanan publik yang nyata,\u201d tegas Dr. Ngesti. Ia juga mendorong FIA UB untuk menjadi pelopor penguatan nilai-nilai Reformasi Birokrasi di lingkungan Universitas Brawijaya.<\/p>\n<p>Paparan teknis terkait sistem manajemen risiko disampaikan oleh Suprapto, ST., MT., perwakilan dari Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Brawijaya. Dalam penjelasannya, Suprapto menggarisbawahi pentingnya pengelolaan risiko sebagai mekanisme kontrol internal dan alat deteksi dini terhadap potensi penyimpangan. \u201cManajemen risiko adalah bagian dari strategi institusional untuk menjamin keberlanjutan tata kelola. Tanpa pendekatan ini, organisasi akan selalu reaktif terhadap krisis dan kehilangan peluang perbaikan sistemik,\u201d ungkapnya. Ia juga memaparkan kerangka kerja identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko dalam konteks unit kerja akademik.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dr. Shinta Hadiyantina, S.H., M.H., dari SPI UB, menekankan dimensi hukum dan etika dari pembangunan Zona Integritas serta integrasi manajemen risiko. Ia menyatakan bahwa tata kelola yang baik tidak dapat dilepaskan dari legitimasi hukum yang kuat. \u201cSetiap kebijakan dan praktik birokrasi harus tunduk pada prinsip-prinsip hukum administrasi publik. Zona Integritas bukan sekadar moralitas, tetapi juga soal kepatuhan terhadap norma hukum dan prosedur yang sah,\u201d jelas Dr. Shinta. Ia juga menyoroti perlunya pelatihan berkelanjutan dalam penguatan pemahaman regulatif di kalangan dosen dan tenaga kependidikan.<\/p>\n<p>Acara yang dipandu oleh moderator Dr. Muhammad Nuh berlangsung dinamis dan partisipatif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, serta pengelola unit kerja di lingkungan FIA UB. Diskusi berkembang pada berbagai isu strategis, seperti digitalisasi layanan publik, pembentukan agen perubahan, hingga mekanisme pelaporan pengaduan yang akuntabel.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FIA UB untuk memperkuat posisi sebagai fakultas pelopor dalam penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang bersih dan berintegritas di Universitas Brawijaya. Diharapkan, melalui pendekatan terpadu antara pembangunan Zona Integritas dan pengembangan manajemen risiko, fakultas mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, 30 Juni 2025 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk \u201cPenguatan Zona Integritas dan Pengembangan Manajemen Risiko\u201d pada Senin, 30 Juni 2025, yang dimulai pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian integral dari upaya strategis fakultas &#8230; <a title=\"FIA UB Perkuat Pembangunan Zona Integritas dan Manajemen Risiko sebagai Pilar Reformasi Birokrasi\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/blog\/fakultas\/fia-ub-perkuat-pembangunan-zona-integritas-dan-manajemen-risiko-sebagai-pilar-reformasi-birokrasi\/\" aria-label=\"Read more about FIA UB Perkuat Pembangunan Zona Integritas dan Manajemen Risiko sebagai Pilar Reformasi Birokrasi\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":287,"featured_media":93710,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[263,813],"coauthors":[744],"class_list":["post-93709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakultas","tag-berita","tag-implementasi-kinerja"],"cp_meta_data":{"_edit_lock":["1769138436:277"],"_edit_last":["277"],"_thumbnail_id":["93710"],"_wp_page_template":["default"],"_eael_post_view_count":["616"],"ekit_post_views_count":["488"],"_elementor_page_assets":["a:0:{}"]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/287"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93709"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93709\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93711,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93709\/revisions\/93711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93709"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=93709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}